Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Selasa, 18 Oktober 2011

Makanlah Perlahan Jika Tak Ingin Kena Diabetes

Anda terbiasa makan dengan cepat alias terburu-buru? Sebaiknya Anda mengubah kebiasaan makan cepat mulai dari sekarang karena beberapa penelitian menunjukkan, makna terburu-buru bisa berdampak kepada kegemukan.
Sebuah penelitian terbaru membuktikan bahwa makan cepat dapat menyebabkan diabetes pada  usia lanjut. Hal itu karena seseorang yang terbiasa menghabiskan makanan dengan jumlah kunyahan sedikit lalu langsung ditelan akan meningkatkan jumlah gula dalam aliran darah seketika. Akibatnya, tubuh akan lebih mudah mengalami gangguan toleransi glukosa yang juga dikenal sebagai prediabetes.
Dr. Pradeep Ratnaparkhi, peneliti yang menguji topik itu menguraikan, "Tingkat glukosa dalam darah pada orang dengan gangguan toleransi glukosa lebih tinggi dari biasanya, sehingga mereka berisiko tinggi diabetes," ucapnya.
Kondiri prediabetes yang tidak dikendalikan dengan cepat akan menyebabkan diabetes tipe 2.
"Dalam kurun waktu 10 tahun orang-orang ini berisiko mengidap diabetes tipe 2 dengan persentase 50 persen," paparnya.
Pradeep menambahkan, makan terlalu cepat juga bisa mengakibatkan peningkatan jumlah kalori yang dikonsumsi. Kondisi ini pada akhirnya akan memicu kenaikan berat badan yang pada gilirannya berhubungan dengan pre-diabetes dan diabetes tipe 2. Sebaliknya, dengan makan lambat seseorang biasanya akan merasa lebih cepat kenyang.
Ratnaparkhi menyarankan, "Makan sehat dan olahraga teratur dapat membantu orang dengan pre -diabetes mempertahankan tingkat glukosa di bawah kontrol. Jadi makanlah secara perlahan untuk tetap ramping dan bugar," tandasnya.

Http://shintiastory.blogspot.com

Senin, 17 Oktober 2011

Bayi Prematur Lima Kali Berpeluang Derita Autisme

Bayi yang lahir lebih cepat dari waktu yang ditentukan dan bertubuh kecil memiliki peluang untuk menderita autisme lima kali lebih besar daripada bayi normal, demikian sebuah penelitian Amerika Serikat selama dua dasawarsa ini.
Bayi-bayi prematur telah lama dikenal memiliki sejumlah risiko masalah kesehatan dan penundaan kognitif, tetapi penelitian dalam jurnal Pediatrics itu adalah yang pertama kali mengaitkan hubungan antara berat badan di bayi di saat dilahirkan dengan autisme.
Peneliti AS mengamati 862 anak sejak lahir sampai usia dewasa muda. Mereka yang ada dalam penelitian itu lahir antara 1984 dan 1987 di tiga kawasan di New Jersey. Bayi-bayi itu memiliki berat antara 500 dan 2.000 gram (1,1-4,4 pon) pada saat lahir. Seiring waktu, lima persen dari bayi yang lahir dengan berat badan rendah didiagnosis menderita autisme, dibandingkan dengan prevalensi satu persen pada populasi umum.
"Pada saat kemampuan bertahan bayi-bayi dengan berat badan rendah membaik, gangguan terhadap mereka yang selamat memberikan tantangan baru di bidang kesehatan masyarakat," kata penulis utama Jennifer Pinto-Martin, direktur Pusat Autisme, Cacat Tubuh dan Epidemiologi di Sekolah Ilmu Keperawatan University of Pennsylvania.
"Masalah kognitif pada anak-anak autisme boleh jadi menutupi penyakit autisme," katanya. Ia mendesak orang tua untuk membawa anak mereka ke rumah sakit guna mendapatkan tes autisme apabila dicurigai mengalami gangguan spektrum autisme. "Intervensi dini meningkatkan hasil jangka panjang dan dapat membantu anak-anak baik di sekolah maupun di rumah."
Autisme adalah istilah untuk berbagai kondisi mulai dari miskinnya interaksi sosial hingga ke perilaku repetitif dan sikap diam yang berlebihan. Kondisi itu langka, terutama menjangkiti anak-anak laki-laki, dan penyebabnya masih sengit diperdebatkan.

http://shintiastory.blogspot.com

Nah Lho...Wanita Perokok Alami Menopouse Lebih Cepat

Wanita yang merokok berpotensi mengalami menopause setahun lebih cepat daripada mereka yang tidak merokok, demikian sebuah studi menyebutkan. Menopause lebih awal mengakibatkan penyakit jantung dan tulang.
Studi yang disiarkan lewat jurnal Menopause itu merangkum data dari beberapa studi sebelumnya yang menyertakan sekitar 6.000 wanita di Amerika Serikat, Polandia, Turki, dan Iran.
Secara umum, wanita yang tidak merokok memasuki masa menoupause ketika berumur 46 hingga 51 tahun. Namun menurut hampir semua studi yang dilakukan, wanita perokok akan mengalami masa menopause pada usia yang lebih muda yaitu 43 hingga 50 tahun. Selama menopause, ovarium wanita akan berhenti memproduksi sel telur sehingga wanita tersebut tidak bisa hamil lagi.
"Hasil penelitian kami menunjukkan bukti yang lebih kuat tentang pengaruh kebiasaan merokok terhadap menopause lebih awal dan hal itu menjadi dasar untuk mengimbau para wanita agar menghentikan kebiasaan merokok mereka," kata penulis studi tersebut, Volodymyr Dvornyk, yang berasal dari Universitas Hong Kong.
Dvornyck dan koleganya juga menganalisis lima studi lain yang memangkas rentang usia kelompok umur 50 atau 51 tahun menjadi kelompok wanita yang menopause awal dan terlambat menopause. Lebih dari 43.000 wanita yang dianalisis, wanita perokok tercatat 43 persen lebih berpotensi mengalami menopause lebih awal.
Menopause awal dan terlambat menopause sama-sama dikaitkan dengan masalah kesehatan. Wanita yang terlambat menopause dikaitkan dengan risiko mendapat kanker payudara yang lebih besar karena salah satu faktor risiko penyakit itu adalah karena kelebihan estrogen.
"Konsensus umum berkesimpulan bahwa menopause lebih awal berhubungan dengan semakin besarnya risiko beberapa masalah kesehatan pasca-menopause seperti osteoporosis, penyakit yang terkait pembuluh darah, diabetes, kegemukan, Alzheimer, dan lain-lain," kata Dvornyk kepada Reuters Health melalui email.
Secara umum, tambahnya, menopause lebih awal juga berpotensi meningkatkan risiko kematian dalam beberapa tahun setelah wanita itu mengalaminya.
Ada dua teori yang menyebutkan alasan bahwa merokok sama dengan menopause lebih awal, kata Jennie Kline, seorang ahli epidemi dari School of Public Health, Universitas Mailman di New York.
Merokok mempengaruhi cara tubuh memproduksi atau membuang hormon estrogen. Di sisi lain, beberapa peneliti meyakini bahwa komponen tertentu dari rokok juga berpotensi membunuh sel telur, kata Kline, yang tidak terlibat dalam studi itu.
Dvornyk dan rekannya tidak memiliki informasi tentang seberapa lama para wanita yang diteliti itu telah merokok atau jumlah rokok yang mereka hisap setiap hari, sehingga para peneliti itu tidak dapat menentukan bagaimana faktor tersebut mempengaruhi usia menopause.
Untuk alasan itu dan kurangnya data tentang faktor kesehatan dan gaya hidup yang terkait dengan menopause, analisis yang dibuat mungkin belum cukup untuk menjawab pertanyaan tentang bagaimana rokok mempengaruhi menopause.
Alkohol, berat badan, dan apakah wanita pernah melahirkan juga menentukan kapan mereka mengalami menopause, namun bukti yang mempengaruhi menopause selain rokok itu bercampur aduk, kata Kline.
Ada kemungkinan juga bahwa faktor yang mempengaruhi usia menopause juga berpengaruh terhadap kesuburan wanita atau seberapa terlambat mereka bisa hamil.
"Namun tetap saja banyak alasan lain untuk berhenti merokok selain kekhawatiran akan menopause itu," kata Kline.

Makanan Berpestisida Bisa Bikin Pria Berubah Kelamin

Berganti kelamin gara-gara makan makanan berpestisida? Itu sangat mungkin terjadi, lho.
Sumber-sumber makanan terpapar pestisida itu sangat berbahaya. Menurut Prof. Ir. Ahmad Sulaeman, MS, Ph.D, makanan berpestisida memang bisa membuat orang yang mengkonsumsinya itu menjadi transeksual.
Lalu, bagaimana ceritanya? Ketika mengkonsumsi makan berpestisida, alat kelamin pria akan menjadi kecil. Selain itu, pestisida juga mengubah kelenjar dan hormon tubuh lelaki tersebut. “Zat yang ada di pestisida itu akan mengubah endokrin dan hormon dalam tubuh yang mengkonsumsinya,” ujarnya.
Hal ini terjadi, menurutnya, karena beberapa pestisida berfungsi untuk memandulkan serangga. Pestisida golongan androgenik itu menimbulkan efek mandul.
Namun, gejala perubahan seksual tersebut tidak akan berlangsung cepat. Waktunya paling tidak sekitar 20 atau 30 tahun baru terlihat efek dari mengkonsumsi makanan yang mengandung pestisida ini. “Karena bersifat kronik, maka pestisida itu pelan-pelan menumpuk dan bereaksi tanpa disadari,” jelas pemerhati gizi dan pakar ekologi manusia ini.
Buktinya sudah terjadi di Thailand. Banyak orang beralih dari pria menjadi wanita karena paparan pestisida di makanan-makanan di negeri Gajah Putih tersebut sudah terlampau tinggi. “Karena tingkat persaingan, perusahaan besar mengambil cara dengan memberikan pestisida agar produksinya lebih unggul,” tuturnya.

Minggu, 16 Oktober 2011

Alasan Wanita Lajang Dilarang Konsumsi Pisang Ambon

Sebagai wanita lajang, tentu banyak aturan dan mitos yang selalu ada di sekitar kehidupan kita. Namun, beberapa mitos, ternyata memang bisa dibuktikan secara ilmiah. Itulah sebabnya pelarangan tersebut memang seharusnya dipatuhi.
Larangan makan buah pisang ambon bagi seorang yang masih gadis misalnya. Pakar gizi Prof Ir Ahmad Sulaeman MS PhD, dalam perbincangan ringannya dengan Republika, menjelaskan alasan ilmiah dibalik pelarangan ini. “Pisang ambon itu punya zat yang membuat libido tinggi,” ujarnya.
Jika terlalu banyak mengonsumsi pisang ambon, bagi seorang gadis, akan berbahaya, karena libidonya akan naik. Padahal statusnya masih gadis, sehingga tak bisa menyalurkan hasrat seksualnya. "Jika sudah menikah, libido tinggi tak akan menjadi masalah, namun ketika masih gadis, ini menjdi problem tersendiri. Jadi lebih baik kurangi saja," ujarnya.

Rabu, 12 Oktober 2011

Uban Tumbuh Karena Kurangnya Oksigen di Batang Rambut

Secara teoritis uban terjadi karena kurangnya oksigen di batang rambut. Papil rambut menerima sari-sari makanan dari ujung-ujung pembuluh darah dan zat yang dihisap kekurangan oksigen.
"Sehingga terjadilah rambut yang susunannya tidak baik. Hal ini memengaruhi melanin di rambut dan terjadilah uban," terang Bastian Hendra, Praktisi Kecantikan dari Bandar Lampung.
Penyebab timbulnya uban dibagi menjadi dua, yaitu jika usia muda (dibawah 25 tahun), maka uban biasanya dipengaruhi oleh keturunan / congenitalis, iklim, stres, obat-obatan baik dalam maupun luar
Sementara jika uban menyerang di usia tua (diatas 40 tahun), dipengaruhi oleh usia tua atau canitis semilis dan dipicu oleh obat / kosmetik misalnya pemakaian cat rambut
Tidak ada obat atau kosmetik yang dapat  menghilangkan uban. Kecuali dengan cat rambut atau diwarnai yang sifatnya sementara. Namun cat rambut ini dapat merangsang pertumbuhan uban. Sehingga efeknya dapat memperbanyak tumbuhnya rambut bewarna putih tersebut.

Selasa, 11 Oktober 2011

Kulit Gatal dan Mata Kedutan Itu Tanda Stres

Tekanan hidup dan beban pekerjaan sering menyebabkan stres. Dampaknya bisa buruk bagi sistem pencernaan seperti iritasi organ pencernaan bahkan penyakit kardiovaskular dan stroke. Sayangnya, kita sering tidak menyadari bahwa sebenarnya ada gejala dan tanda kita terkena stres.

* Rahang nyeri
Bukan hanya karena sakit gigi, stres secara emosional dapat membuat otot-otot rahang sakit. Gejala ini biasanya terjadi ketika bangun atau tidur. Secara umum, perhatikan apa yang pernah Anda alami, sehingga ketika gejala itu kembali Anda sudah tahu apa yang harus dilakukan. Fokuskan pada merelaksasikan rahan ketika Anda merasa panik.

* Kulit gatal
Stres membuat perubahan pada sel-sel kekebalan yang ditemukan di kulit dan membuatnya lebih aktif. Stres bisa mengakibatkan beberapa kondisi seperti psoriasis, rosacea, dan atau lebih buruk lagi, eksim. Jika kulit terasa gatal akhir-akhir ini, perhatikan tingkat stres dalam hidup Anda, dan segera mengambil langkah untuk meminimalkan. Anda juga bisa mengunjungi seorang dokter spesialis kulit untuk membantu memecahkan masalah ini.

* Mata kedutan
Meskipun penyebab pasti dari mata kedutan tidak diketahui, bisa jadi ini tanda bahwa Anda perlu beristirahat dan santai. Kadang-kadang kedutan akan hilang setelah tidur nyenyak di malam hari, namun juga bisa terjadi hingga tiga minggu. Kelelahan dan berlebihan konsumsi kafein bisa menjadi penyumbang utama mata kedutan. Mengurangi hal yang bisa membuat stres adalah cara utama menghentikan kedutan ini.

* Nyeri pada gusi
Stres meningkatkan kadar hormon kortisol, yang pada akhirnya menciptakan sensasi terbakar di sebluruh tubuh termasuk gusi. Hal ini juga bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh, yang memicu pertumbuhan bakteri di mulut dan memicu iritasi serta peradangan pada gusi. Selain menggosok gigi dan berkumur dengan cairan pembersih, tingkatkan sistem kekebalan tubuh dengan makan makanan bergizi seimbang, cukup tidur dan konsumsi multivitamin.

* Mual
Stres juga bisa memicu ketidaknyamanan di perut. Tingkat stres yang tinggi menunjukkan peningkatan gejala seperti sakit perut, yang sebagian disebabkan hormon yang dilepaskan akibat dari stres atau kecemasan.
Tubuh menghasilkan reaksi pertahanan dari stres, yang bisa memicu jantung berdebar dan adrenalin meningkat. Olahraga adalah cara yang bagus untuk memerangi stres, termasuk mual. Makanan juga berperan penting. Jadi kurangi konsumsi kopi dan jauhi makanan yang memakai banyak bumbu.